Setelah kemarin membahas apa saja syarat untuk bisa melanjutkan studi S1 di Jerman, sekarang kita akan lanjutkan dengan ketentuan-ketentuan apa saja yang harus dipenuhi untuk dapat melanjutkan studi S1 di Jerman.

 

Jika kamu sudah memenuhi kedua syarat sebelumnya, yaitu nilai rata-rata UN diatas atau sama dengan 6.0 dan mempunyai sertifikat kemampuan Bahasa minimal level B1, maka langkah selanjutnya adalah mempersiapkan dokumen.

Dokumen ini kita kategorikan menjadi tiga besar; pertama, dokumen akademik. Kedua dokumen perjalanan dan terakhir dokumen pendukung lainnya.

1.      Dokumen Akademik

Dokumen akademik terdiri dari;

·        Ijazah SMA dan SKHUN

·        Buku laporan pendidikan (raport) kelas 12, semester 1 & 2

·        Sertifikat Bahasa B1

Semua dokumen akademik diterjemahkan kedalam Bahasa Jerman oleh penerjemah tersumpah. Kecuali sertifikat Bahasa Jerman B1 yang memang sudah berbahasa Jerman. Hasil terjemah yang bukan dari penerjemah tersumpah tidak akan diterima, meskipun itu misalnya diterjemahkan oleh seorang ahli atau dosen Bahasa Jerman. Pertimbangannya bukan semata-mata kebenaran hasil terjemahan tapi juga kepastian hukumnya.

 

2.      Dokumen Perjalanan

Dokumen perjalanan terdiri dari;

·        Paspor

·        Asuransi Perjalanan (Travel Insurance) untuk tiga bulan

·        Tiket Pesawat

 

3.      Dokumen lainnya;

 

·        Jaminan biaya hidup (Living Cost Guarantee)

·        Perjanjian sewa appartemen (Vertragmiete)

·        Surat undangan dari Studienkolleg (Einladung)

·        Surat Motivasi (Motivation letter)

·        Daftar riwayat hidup

·        Mengisi Formulir aplikasi Visa

·        Pas Photo ukuran 4.5 x 3.5 cm, latar putih

·        Akte Kelahiran (bagi yang berumur dibawah 18 tahun)

 

Itulah kira-kira dokumen-dokumen yang harus kita persiapkan untuk melengkapi persyaratan untuk dapat melanjutkan studi S1 di Jerman. Tidak semua dokumen harus tersedia pada waktu yang bersamaan. Ada dokumen yang memang harus dipersiapkan duluan, namun juga ada dokumen yang bisa diurus belakangan. Untuk mengetahui dokumen mana yang harus dipersiapkan terlebih dahulu dan mana yang dipersiapkan kemudian, kita akan mengacu kepada time schedule sebagai panduan aktivitas kegiatan.

Nah, time schedule nya seperti apa.. kita akan bahas ditulisan berikutnya

Sabar ya...

 

Instudia akan berbagi informasi terkait studi di Jerman. Kami akan membuat tulisan berseri yang diharapkan akan membantu kalian untuk dapat memahami gambaran besar dan hal-hal teknis lainnya terkait tata cara dan persiapan untuk melanjutkan studi S1 di Jerman.

Ok, kita mulai saja dari hal yang paling mendasar, yaitu Syarat.

Apa sih syarat untuk bisa studi di Jerman?

Untuk melanjutkan studi di Jerman tidaklah sulit. Kita hanya perlu memenuhi dua syarat utama, yaitu nilai minimum UN dan Sertifikat kemampuan Bahasa. Berikut penjelasannya;

1.      Nilai rata-rata UN yang tertulis di SKHUN lebih besar atau sama dengan 6.0

Nilai akumulasi total dibagi jumlah bidang studi, itulah nilai rata-rata yang akan dilihat. Semakin tinggi nilainya semakin baik dan dengan demikian semakin besar peluang mendapatkan undangan untuk mengikuti tes masuk Studienkolleg (aufnahmetest).

Syarat ini sebenarnya sudah ada sejak dulu, namun belakangan semakin diperketat. Meskipun masih ada beberapa Studienkolleg yang masih menerima pelamar dengan nilai rata-rata UN dibawah 6.0, namun jumlahnya semakin sedikit.

 

2.      Kemampuan Bahasa Jerman level B1 atau B2

Untuk kalian yang akan mengikuti perkuliahan kelas regular (perkuliahan dengan pengantar berbahasa Jerman), maka wajib hukumnya untuk mempunyai sertifikat kemampuan Bahasa minimal B1, lebih bagus lagi kalo B2. Semakin tinggi level kemampuan Bahasa kamu, semakin besar peluang untuk mendapatkan undangan masuk studienkolleg

Bagaimana misalnya untuk kasus dimana nilai rata-rata UN dibawah 6.0?

Sebenarnya kalian masih bisa mengajukan lamaran langsung ke Studienkolleg, cuma ya jadinya untung-untungan. Bisa saja ditolak oleh sebagian kampus namun bisa juga diterima oleh kampus yang lain. Lagipula dari beberapa kasus yang pernah kami alami, pihak imigrasi di Jerman dapat menolak permohonan visa studi kalian dengan alasan nilai dibawah standar meskipun pihak kampus telah memberikan undangan. Meskipun juga ada kasus yang lain dimana siswa kami diterima dan mendapatkan visa meskipun nilai UN-nya dibawah 6.0. Sekali lagi, sebagai sebuah syarat, nilai rata-rata UN minimum 6.0 sebaiknya dipenuhi untuk lebih mendapatkan kepastian dan kemudahan pada proses selanjutnya.

Apakah kemampuan Bahasa Jerman level B1 itu mutlak? Untuk yang akan melanjutkan studi Bachelor dengan kelas regular, maka Jawabannya, ya. Bagi mereka yang akan mengambil kelas internasional dengan pengantar berbahasa Inggris, cukup dengan sertifikat Bahasa Jerman level A1 (ini akan dibahas tersendiri).

Dimana sebaiknya mengikuti kursus Bahasa Jerman, di Jerman atau di Indonesia? Tentu saja masing-masing punya kelebihan dan kekurangan.

Kursus Bahasa Jerman di Jerman jelas akan memberi nilai lebih, dimana lingkungan akan sangat mendukung. Masalahnya, berarti kalian harus tinggal di Jerman dan itu membutuhkan biaya hidup yang tidak murah. Buat kalian yang tidak ada masalah dengan keuangan itu bisa jadi opsi terbaik. Meskipun pihak kedutaan suka ‘iseng’ bertanya, kenapa tidak kursus di Indonesia saja? Silahkan persiapakan jawaban terbaik :)

Kami menyarankan kepada kalian untuk mengambil kursus di Indonesia. Banyak lembaga kursus Bahasa Jerman di Indonesia dengan beragam tawaran yang menarik. Di Instudia sendiri, kami menawarkan paket super intensif, dimana siswa belajar fulltime, setiap hari selama 6-8 jam dari Senin sampai dengan Sabtu. Dengan sistem belajar yang seperti itu, kami berharap kalian akan dapat menyelesaikan level B1 dalam waktu 6 s.d 9 bulan.

Setelah kedua syarat ini terpenuhi, maka kalian tinggal memenuhi ketentuan-ketentuan lainnya.. apa saja ketentuan-ketentuannya? Tunggu ditulisan berikutnya..

 

Percakapan dengan Anak-anak

Pada umumnya, orang Jerman sangat menghargai ketertiban. Jarang sekali misalnya kita mendengar suara hp berdering atau orang ngobrol dengan suara ribut ditransportasi publik, seringnya obrolan mereka terdengar seperti berbisik. Maka saya tetiba menjadi pusat perhatian ketika segerombolan anak-anak usia SD, sekitar 8 orang mengerubuti saya dengan beragam pertanyaan yang diselingi tawa yang lepas.
Awalnya, saat saya sedang konsen memperhatikan stasiun-stasiun dimana kereta berhenti untuk memastikan tujuan saya tidak terlewat datanglah segerombolan anak-anak dari gerbong sebelah. Salah seorang anak yang ukuran badan dan potongan rambutnya mengingatkan saya pada Boris Yeltsin, mengajukan pertanyaan dalam bahasa Jerman yang tentu saja saya tidak begitu mengerti yang kemudian saya jawab; "Ich nicht sprache deutsch" yang kira2 artinya saya tdk bisa bahasa Jerman.
"Tapi itu kamu bicara bahasa Jerman!" Sanggah si anak lelaki Afrika sambil tertawa, masih dalam bahasa Jerman.
"Just little.." kata saya
Merasa mendapat respon baik, si Boris Yeltsin menyusul dengan kalimat lain dalam bahasa inggris yang terbata-bata
"My hobby is playing game, do you playing game too Sir?"
"No, i dont have time to playing games" kata saya
"So what are you doing here in Germany?" Si Boris nanya lagi
"For vacation" jawab saya
"What..?" Si Boris sepertinya bingung.. kemudian temannya yang cewek bilang "Urlaub" (liburan, bahasa jerman)
Sambil mengangguk-ngangguk dia tersenyum dan langsung menyerang saya dengan kalimat retoris..
"So.. you dont have time for playing game, but you have much time for holiday" dan semua anak tertawa hingga seluruh gerbong riuh dan semua mata memperhatikan saya.
Seorang ibu-ibu datang menghampiri dengan wajah serius seolah baru saja dapat tagihan listrik yang naik 3x lipat. Meluncurlah kalimat dalam bahasa Jerman yang banyak, sambil telunjuknya naik turun memperingatkan anak-anak, seolah anak-anak itu Jokowi dan para menterinya. Dia tidak memperhatikan saya sama sekali.
Untuk sesaat mereka terdiam. Saya kira si Ibu mengingatkan kepada anak-anak untuk tidak berbicara dengan orang asing, sebuah nasihat yang berlaku umum didunia barat. Keriuhan kembali terjadi setelah si Ibu yang bingung dengan tagihan listriknya turun distasiun tujuannya. Mereka kembali mengerubuti saya dengan beragam pertanyaan-pertanyaan saling berebutan.
"Why you dont have any hair Sir?" Sikurus bertanya dengan catatan di hp nya, mungkin dia menggunakan aplikasi google translate.
"Its my last hair style that i have" jawab saya
"Do you want change your hair with my hair?" Tanya saya
"No.. No.. No.. please.." katanya sambil mundur seperti takut kena kutukan dan kembali tawa lepas dari wajah mereka yg ceria.
Saya sebenarnya merasa tidak nyaman, karena banyak orang memperhatikan saya dengan beragam ekspresi. Ada yang cemberut, ada yang pura-pura tidak memperhatikan padahal nguping diam-diam dan dimana pun didunia selalu ada yang tertidur dan tidak peduli dengan keadaan sekitar.
Anak-anak ini usianya beragam, ada yang 9, 10 dan 11 tahun.
Si Boris mantan presiden Rusia melanjutkan..
"My favorite game and many other kids in Germany is Bloody Mary, you can find about it in Google"
Dan ketika saya bereaksi dengan pura-pura ketakutan setelah berhasil menemukan apa itu Bloody Mary di Google, mereka tampak senang.
"We playing it in 12pm" lanjut si Boris yang diamini kawan-kawannya seolah mereka bangga akan hal itu.
"What..?" Kembali saya pura-pura kaget sebab budaya di Jerman, anak-anak paling telat jam 20.00 sdh harus masuk kamar dan tidur.
"Hey, you have to go to sleep in 20.00pm, right?"
"Ya.. but we had broke the rules" kembali mereka tertawa puas
Setelah percakapan didominasi si Boris, tibalah giliran Cinta Laura, gadis kecil dengan rambut kepang dan dua gigi kelinci. Sejak awal dia selalu gagal membuat kalimat karena keduluan cowok-cowok dan terutama si Boris. Setelah berhasil meyakinakan teman-temannya bahwa kini giliran dirinya untuk bertanya kepada saya.. maka meluncurlah kalimat sepotong-sepotong. Setiap kata sepertinya begitu sulit dipilih seolah memilih kata baginya seperti halnya ibu-ibu yang kesulitan memilih pakaian untuk keluar rumah. Dia saya sebut Cinta Laura, karena disetiap kata yang terucap dia selalu mencoba menambahkan aksen inggris yang kuat. Setelah dia menyelesaikan kalimatnya, ada jeda cukup lama bagi saya untuk bereaksi karena saya benar-benar tidak paham dengan apa yang dia ucapkan..
"Sorry i can't understand what you talking about" kata saya dengan mimik sedih dan sedikit senyum untuk menyampaikan pesan bahwa hal seperti itu merupakan hal yang biasa dalam percakapan dengan orang asing.
"Dia tidak bisa ngomong Jerman, kamu harus bicara dalam bahasa inggris" kata temannya yang pendiam kepada si Cinta Laura.
"Saya sudah mencobanya sebaik yang saya bisa" kata si Cinta Laura meyakinkan
"NO! kamu tadi ngomong pake bahasa Jerman" si teman pendiam membantahnya
"Iya gitu..?" Si Cinta Laura bertanya kepada semua temannya untuk mencari dukungan dan teman-temannya serentak tertawa sambil bilang "iya tadi kamu ngomong Jerman, cuma dengan aksen inggris"
Dan tawa pun kembali pecah digerbong kami.

https://www.facebook.com/acengimam/posts/10213107789200206

Siswa-siswi SMPN 7 Bandung mandapat kesempatan untuk mengikuti festival seni budaya di Pesaro, Italia dan dilanjutkan dengan mengunjungi beberapa negara Eropa.
Semoga dapat menambah ilmu dan lebih memperkenalkan budaya bangsa Indonesia kepada dunia luar. Terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam program ini. Salam hangat dari kami.....
Bagi Bapak/Ibu guru atau perwakilan sekolah yang berminat mengikuti kegiatan sejenis silahkan hubungi kami.

KULIAH KE  LUAR NEGERI?? Kenapa tidak....

Bagi kita yang berasal dari keluarga dengan latar belakang ekonomi yang biasa-biasa saja, mungkin sebelumnya tidak pernah terpikir sama sekali untuk suatu hari melanjutkan studi kita di luar negeri. Tapi kesempatan itu kini terbuka lebar dengan banyaknya beasiswa yang ditawarkan baik dari pemerintah maupun swasta.

Ada banyak keuntungan yang didapat ketika seseorang pergi atau kuliah di luar negeri. Diantaranya  dapat menempa mental, untuk berjuang menjalani proses pendidikan dengan mengerahkan semua kemampuan yang dimiliki secara mandiri, beradaptasi dengan lingkungan baru baik bahasa, budaya dan lingkungan. Mendapatkan pendidikan dengan kualitas terbaik, juga siswa akan lebih mampu menguasai bahasa Inggris atau bahasa pengantar ditempat belajarnya.

 

Pertanyaan pertama yang sering muncul bagi kita adalah, bagaimana cara mendaftar bila ingin kuliah di luar negeri?

Walaupun kita mencoba membuka website universitas yang dituju terlihat sedikit rumit, dari mengisi formulir, dokumen yang harus disiapkan juga banyaknya link yang harus di klik dan akhirnya membuat kita menjadi ragu. Terlebih bila kita tidak mempunyai kerabat atau kenalan yang mengerti dan berpengalaman dalam urusan tersebut.

Tapi jangan khawatir, hal-hal yang membuat rumit tersebut bisa diatasi dengan langkah mudah. Kita tinggal mencari jasa konsultan pendidikan luar negeri.  Konsultan pendidikan luar negeri sangat membantu kita mulai dari proses pencarian dan pendaftaran universitas, aplikasi visa, pencarian akomodasi hingga keberangkatan. Sehingga kita menjadi nyaman dan tenang untuk lebih fokus belajar menghadapi tes seleksi masuk universitas nantinya.

Saat ini banyak sekali jasa konsultan pendidikan luar negeri, walaupun begitu, tidak semua konsultan pendidikan dapat memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan kita. Jadi, pilihlah atau kenalilah dulu konsultan pendidikan yang akan kita pakai nantinya dengan bijak. Konsultan yang baik akan menjelaskan apapun yang ingin diketahui oleh pelanggannya dan membantu mengarahkan ke universitas yang paling sesuai. Informasi yang jelas tentang biaya, lokasi dan jurusan yang ada di universitas tersebut akan bisa membuat kita lebih yakin dalam memilih universitas mana yang ingin dimasuki. Konsultan pendidikan yang baik tentu akan membuat kita merasa bahwa mereka bukan orang lain tapi seperti saudara sendiri.

Berapa biaya memakai jasa konsultan pendidikan?? Itu juga pasti muncul dibenak kita.....

Konsultan pendidikan yang baik akan memberikan yang terbaik untuk pelanggannya tanpa membebani. Jangan ragu dan takut untuk menggunakan jasa konsultan pendidikan, karena mereka membantu kita menuju gerbang kesuksesan.

 

 

Salam.....

Instudia

Surapati Core Blok C No. 6

Jl. PH.H. Mustofa No. 39 Pasirlayung Cibeunying Kidul
Kota Bandung 40192

+62 22 7203975
+62 811138100

Social Media

Please publish modules in offcanvas position.