Sepenggal Kisah Dalam Kereta.....

Percakapan dengan Anak-anak

Pada umumnya, orang Jerman sangat menghargai ketertiban. Jarang sekali misalnya kita mendengar suara hp berdering atau orang ngobrol dengan suara ribut ditransportasi publik, seringnya obrolan mereka terdengar seperti berbisik. Maka saya tetiba menjadi pusat perhatian ketika segerombolan anak-anak usia SD, sekitar 8 orang mengerubuti saya dengan beragam pertanyaan yang diselingi tawa yang lepas.
Awalnya, saat saya sedang konsen memperhatikan stasiun-stasiun dimana kereta berhenti untuk memastikan tujuan saya tidak terlewat datanglah segerombolan anak-anak dari gerbong sebelah. Salah seorang anak yang ukuran badan dan potongan rambutnya mengingatkan saya pada Boris Yeltsin, mengajukan pertanyaan dalam bahasa Jerman yang tentu saja saya tidak begitu mengerti yang kemudian saya jawab; "Ich nicht sprache deutsch" yang kira2 artinya saya tdk bisa bahasa Jerman.
"Tapi itu kamu bicara bahasa Jerman!" Sanggah si anak lelaki Afrika sambil tertawa, masih dalam bahasa Jerman.
"Just little.." kata saya
Merasa mendapat respon baik, si Boris Yeltsin menyusul dengan kalimat lain dalam bahasa inggris yang terbata-bata
"My hobby is playing game, do you playing game too Sir?"
"No, i dont have time to playing games" kata saya
"So what are you doing here in Germany?" Si Boris nanya lagi
"For vacation" jawab saya
"What..?" Si Boris sepertinya bingung.. kemudian temannya yang cewek bilang "Urlaub" (liburan, bahasa jerman)
Sambil mengangguk-ngangguk dia tersenyum dan langsung menyerang saya dengan kalimat retoris..
"So.. you dont have time for playing game, but you have much time for holiday" dan semua anak tertawa hingga seluruh gerbong riuh dan semua mata memperhatikan saya.
Seorang ibu-ibu datang menghampiri dengan wajah serius seolah baru saja dapat tagihan listrik yang naik 3x lipat. Meluncurlah kalimat dalam bahasa Jerman yang banyak, sambil telunjuknya naik turun memperingatkan anak-anak, seolah anak-anak itu Jokowi dan para menterinya. Dia tidak memperhatikan saya sama sekali.
Untuk sesaat mereka terdiam. Saya kira si Ibu mengingatkan kepada anak-anak untuk tidak berbicara dengan orang asing, sebuah nasihat yang berlaku umum didunia barat. Keriuhan kembali terjadi setelah si Ibu yang bingung dengan tagihan listriknya turun distasiun tujuannya. Mereka kembali mengerubuti saya dengan beragam pertanyaan-pertanyaan saling berebutan.
"Why you dont have any hair Sir?" Sikurus bertanya dengan catatan di hp nya, mungkin dia menggunakan aplikasi google translate.
"Its my last hair style that i have" jawab saya
"Do you want change your hair with my hair?" Tanya saya
"No.. No.. No.. please.." katanya sambil mundur seperti takut kena kutukan dan kembali tawa lepas dari wajah mereka yg ceria.
Saya sebenarnya merasa tidak nyaman, karena banyak orang memperhatikan saya dengan beragam ekspresi. Ada yang cemberut, ada yang pura-pura tidak memperhatikan padahal nguping diam-diam dan dimana pun didunia selalu ada yang tertidur dan tidak peduli dengan keadaan sekitar.
Anak-anak ini usianya beragam, ada yang 9, 10 dan 11 tahun.
Si Boris mantan presiden Rusia melanjutkan..
"My favorite game and many other kids in Germany is Bloody Mary, you can find about it in Google"
Dan ketika saya bereaksi dengan pura-pura ketakutan setelah berhasil menemukan apa itu Bloody Mary di Google, mereka tampak senang.
"We playing it in 12pm" lanjut si Boris yang diamini kawan-kawannya seolah mereka bangga akan hal itu.
"What..?" Kembali saya pura-pura kaget sebab budaya di Jerman, anak-anak paling telat jam 20.00 sdh harus masuk kamar dan tidur.
"Hey, you have to go to sleep in 20.00pm, right?"
"Ya.. but we had broke the rules" kembali mereka tertawa puas
Setelah percakapan didominasi si Boris, tibalah giliran Cinta Laura, gadis kecil dengan rambut kepang dan dua gigi kelinci. Sejak awal dia selalu gagal membuat kalimat karena keduluan cowok-cowok dan terutama si Boris. Setelah berhasil meyakinakan teman-temannya bahwa kini giliran dirinya untuk bertanya kepada saya.. maka meluncurlah kalimat sepotong-sepotong. Setiap kata sepertinya begitu sulit dipilih seolah memilih kata baginya seperti halnya ibu-ibu yang kesulitan memilih pakaian untuk keluar rumah. Dia saya sebut Cinta Laura, karena disetiap kata yang terucap dia selalu mencoba menambahkan aksen inggris yang kuat. Setelah dia menyelesaikan kalimatnya, ada jeda cukup lama bagi saya untuk bereaksi karena saya benar-benar tidak paham dengan apa yang dia ucapkan..
"Sorry i can't understand what you talking about" kata saya dengan mimik sedih dan sedikit senyum untuk menyampaikan pesan bahwa hal seperti itu merupakan hal yang biasa dalam percakapan dengan orang asing.
"Dia tidak bisa ngomong Jerman, kamu harus bicara dalam bahasa inggris" kata temannya yang pendiam kepada si Cinta Laura.
"Saya sudah mencobanya sebaik yang saya bisa" kata si Cinta Laura meyakinkan
"NO! kamu tadi ngomong pake bahasa Jerman" si teman pendiam membantahnya
"Iya gitu..?" Si Cinta Laura bertanya kepada semua temannya untuk mencari dukungan dan teman-temannya serentak tertawa sambil bilang "iya tadi kamu ngomong Jerman, cuma dengan aksen inggris"
Dan tawa pun kembali pecah digerbong kami.

https://www.facebook.com/acengimam/posts/10213107789200206

Instudia

Surapati Core Blok C No. 6

Jl. PH.H. Mustofa No. 39 Pasirlayung Cibeunying Kidul
Kota Bandung 40192

+62 22 7203975
+62 811138100

Social Media

Please publish modules in offcanvas position.